possesive introverted

Your awesome Tagline

0 notes

Kita mencintai lelaki yang sama…

Tak sudikah kau berbagi cinta dari kesayanganmu denganku?
Bukankah dia akan selalu jadi milikmu?
Bukankah darahmu akan selalu mengalir di tubuhnya?
Percayakan penjagaannya ditanganku.
Akan kubuai dia senyaman buaian yang kau keberikan padanya dahulu.

Mari kita berikan kebahagiaan di hidupnya.
Kita hilangkan segala resah di matanya.
Kita hapus semua gundah yang sedang memenuhi ruang pikirnya.
Aku tidak bisa melakukannya sendiri.
Aku pun butuh engkau.
Sama seperti dia yang akan selalu membutuhkanmu tiap memori masa kecilnya hadir.

Tau kah kau apa mimpinya?
Dia ingin mengabadikan dirimu dalam hidupnya.
Dia ingin meneladani semua yang kau berikan padanya.
Dia ingin kau melihat wujud nyata segala pengajaran yang pernah kau contohkan.

Tolonglah…
Relakan dia berbagi kasih.
Berikan kerelaan yang sama seperti yang pernah kau berikan saat kau menghadirkan dia ke dunia.
Sekarang giliranku memberi cinta dan kasih sayang dalam bentuk yang berbeda.
Aku mohon.
Jangan membuat lelaki yang kita cintai berada dalam keputusan sulit.
Jangan paksa dia memilih.

0 notes

Aku tau kau lelah. Karena itu aku kembali. Mari bermain bersamaku. Tinggalkan duniamu.
My imaginary friend

0 notes

Melayani

Satu yang harus kuakui. Melayani nafsu ternyata lebih susah daripada melayani egomu. Aku tidak mau coba mengerti mana yang lebih besar. Tapi sekarang aku tau, membuka selangkangan kadang jauh lebih sulit dibanding membuka hati dan pikiran.

0 notes

Takut

Dulu waktu aku masih kecil. Aku takut banget kalo Mama aku sakit. Aku bakal tidur jauh dari Mama, nangis sembunyi-sembunyi, doa diem-diem. Tiap 15 menit, aku mengendap-endap ke kamar Mama. Ngeliatin dada dan perut Mama sambil melotot dan tahan nafas. Memastikan dia masih bernafas. Aku baru bisa tidur kalo Mama udah bangun. Begitu Mama buka mata, aku langsung pura-pura tidur nyenyak. Aku pura-pura ga kuatir, ga sedih dan ga peduli sama kesehatan Mama. Aku ga mau Mama ngeliat ketakutan aku. Aku merasa harus jadi kuat demi Mama.
Lucunya, sampe sekarang pun aku juga melakukan hal yang sama tiap Mama sakit. Hahahaha.
Karena semua perhatian aku, aku lakuin waktu Mama aku nutup mata, Mama aku jadi ga pernah melihat aku sebagai sosok anak yang baik. Aku dicap sebagai anak yang cuek, ga peduli, ga berbakti dan lain sebagainya. Mama aku bukan kaya’ mama-mama pada umumnya, aku mau mencintai dia dengan cara yang ga biasa. Karena dia istimewa…..

Tapi ternyata Mama aku suka dicintai dengan cara ditakuti.

0 notes

Badan aku ikut berdetak seirama sama detak jantung. Rasanya nyata. Tapi gerakannya tidak membawa aku kemana-mana.

1 note

First shout!

Jangan percaya saat aku bilang “aku mencintaimu”, karena sesungguhnya itu hanya tipu muslihatku agar kau memberikan hatimu dengan rela. Agar aku tidak merasa bersalah ketika hatimu kupatahkan.